Minggu, 11 Februari 2024

Mengkaji Karakteristik Authenthic Assessment

 Judul Artikel : 

Karakteristik dan Asesmen Pembelajaran Abad 21

Latar Belakang :

Latar belakang dari penelitian ini adalah pentingnya implementasi pembelajaran abad 21 dalam pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat. Pembelajaran abad 21 menekankan pada pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Communication, Collaboration) yang menjadi kunci keberhasilan dalam era digital ini. Selain itu, penilaian autentik juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran abad 21 untuk mengukur kemampuan peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan meningkatkan implementasi pembelajaran abad 21, penilaian autentik, pengembangan keterampilan abad 21, dan pembelajaran IPA abad 21 dalam konteks pendidikan saat ini.

Tujuan Penelitian :

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali implementasi pembelajaran abad 21, penilaian autentik, pengembangan keterampilan abad 21, dan pembelajaran IPA abad 21. Penulis juga bertujuan untuk terus memperbaiki pendekatan pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai sumber dan kritik yang membangun dari para pembaca.

Metode Penelitian :

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menguraikan pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam dunia pendidikan. Teknik pengumpulan data studi kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan penelitian dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, literatur, dan publikasi lain yang relevan

Hasil :

hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran abad 21 harus berfokus pada pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creative Thinking, Communication, Collaboration) dan penilaian autentik yang melibatkan peserta didik secara aktif. Guru perlu mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 dan membuat penilaian yang modern dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu, pembelajaran abad 21 juga harus mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan guru sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator bagi muridnya. Karakteristik guru abad 21 termasuk minat baca tinggi, kemampuan menulis karya ilmiah, kreatif dan inovatif dalam model pembelajaran, dan transformasi kultural. Asesmen pembelajaran abad 21 melibatkan keterampilan seperti kreativitas, komunikasi, berpikir kritis, kewarganegaraan digital, operasi teknologi, dan konsep, dengan penilaian autentik menjadi bagian integral dari proses pembelajaran abad 21.

Novelty :

kebaruan dalam menggali implementasi pembelajaran abad 21, penilaian autentik, pengembangan keterampilan abad 21, dan pembelajaran IPA abad 21 dalam konteks pendidikan saat ini. Penelitian ini juga berfokus pada upaya terus memperbaiki pendekatan pembelajaran dengan mempertimbangkan berbagai sumber dan kritik yang membangun dari para pembaca . Keberagaman topik yang diteliti dan pendekatan kualitatif yang digunakan untuk menjelajahi aspek-aspek penting dalam pendidikan abad 21 menjadi kebaruan dari penelitian ini.

Sumber : Klik Disini

Jumat, 09 Februari 2024

 ASSESSMENT FOR LEARNING

Berikut saya akan menyajikan pemahaman tentang Assessment for Learning (AFL) yang lebih menarik dengan berbentuk mapping canva :


Classroom Time Capsule Whiteboard in Violet Pastel Pink Mint Green Style oleh Jamiatul Ummah

Jumat, 02 Februari 2024

 Judul Artikel 

A case study of a formative assessment practice and the effects on students’ self-regulated learning

Introduction :
Pendahuluan artikel memberikan gambaran yang jelas dan komprehensif tentang latar belakang, tujuan, dan signifikansi penelitian. Penulis secara efektif menetapkan konteks dengan menyoroti tantangan yang dihadapi siswa dalam memulai pekerjaan mereka, mengelola masalah, dan kurangnya rasa percaya diri dalam mencoba tugas tanpa mengetahui metode yang benar. Hal ini menentukan fokus penelitian pada praktik penilaian formatif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dan pembelajaran mandiri. Pendahuluan juga secara efektif menguraikan tujuan penelitian dan intervensi spesifik yang dilaksanakan oleh guru, memberikan peta jalan yang jelas bagi pembaca untuk memahami ruang lingkup dan tujuan penelitian.

Pendahuluan dapat lebih diperkuat dengan memberikan alasan penelitian yang lebih rinci. Meskipun tantangan-tantangan yang dihadapi oleh siswa diartikulasikan dengan jelas, hubungan yang lebih eksplisit dengan konteks pendidikan yang lebih luas atau literatur yang ada mengenai penilaian formatif dan pembelajaran mandiri akan meningkatkan dampak pendahuluan. Selain itu, pendahuluan dapat mengambil manfaat dari pernyataan yang lebih eksplisit mengenai pertanyaan penelitian atau hipotesis yang memandu penelitian, karena hal ini akan memberikan kerangka kerja yang lebih jelas untuk memahami bagian selanjutnya dari artikel.

Methods :
Metodologi penelitian yang digunakan dalam artikel ini melibatkan pengumpulan data melalui berbagai sumber, termasuk catatan guru, wawancara, observasi kelas, dan wawancara siswa. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan kualitatif untuk menyelidiki dampak penerapan praktik penilaian formatif terhadap persepsi otonomi, efikasi diri, dan perilaku belajar mandiri siswa. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa pada awal dan akhir periode intervensi, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara. Metode analisisnya meliputi penghitungan perbedaan rata-rata tanggapan terhadap item kuesioner antara musim gugur dan musim semi untuk kelas intervensi dan kelas kontrol untuk menilai dampak praktik penilaian formatif. 

Findings :
Efek penilaian formatif terhadap keterampilan belajar mandiri (SRL) siswa menunjukkan dampak positif dari praktik penilaian formatif terhadap persepsi otonomi, efikasi diri, dan perilaku belajar mandiri siswa. Penerapan penilaian formatif menyebabkan peningkatan otonomi dalam pilihan pembelajaran, peningkatan efikasi diri dalam menangani tugas-tugas yang menantang, dan peningkatan inisiatif dan pengendalian diri siswa dalam proses penyelesaian tugas. Studi tersebut juga menyoroti aktivitas spesifik, seperti "Zona Pembelajaran", "Suara Batin", dan "Jubah Tak Terlihat", yang efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan pengaturan diri siswa dalam matematika.
Lebih lanjut, penelitian ini menekankan pentingnya praktik penilaian formatif komprehensif yang melibatkan guru dan siswa sebagai agen proaktif. Hal ini juga menggarisbawahi perlunya penyelidikan lebih lanjut mengenai mekanisme dan persyaratan untuk mendukung guru dalam mengembangkan praktik serupa, serta potensi dampak ukuran kelas terhadap efektivitas penilaian formatif. Penggabungan penalaran metakognitif dan kesempatan bagi siswa untuk menyusun tugas tes, memilih lembar kerja, dan mengerjakan tes latihan semakin mendukung tujuan pembelajaran dan pengaturan diri mereka.

Novelty :
Kebaruan artikel ini terletak pada penyelidikan komprehensif terhadap penerapan penilaian formatif oleh guru matematika dan pengaruhnya terhadap pembelajaran mandiri (SRL) siswa. Studi ini memberikan bukti empiris tentang seperti apa penilaian formatif yang berdampak besar pada SRL siswa dan bagaimana kesesuaiannya dengan model pengembangan SRL. Selain itu, artikel ini menekankan pentingnya praktik penilaian formatif komprehensif yang melibatkan guru dan siswa sebagai agen proaktif, dan artikel ini menggarisbawahi perlunya penyelidikan lebih lanjut terhadap mekanisme dan persyaratan untuk mendukung guru dalam mengembangkan praktik serupa. Fokus pada implementasi praktis penilaian formatif dan dampaknya terhadap SRL siswa membedakan artikel ini dari penelitian lain di lapangan.




Sumber : Klik Disini

Jumat, 01 Desember 2023

Review Artikel : MANCOVA (Psrasyarat Analisis dan Non Parametrik)

Reading better with AR or print picture books? A quasi‑experiment on primary school students’ reading  comprehension, story retelling and reading motivation

 


Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak dari membaca buku bergambar realitas tertambah (augmented reality/AR) terhadap pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan efek membaca buku bergambar dengan teknologi AR dan buku bergambar cetak pada pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa kelas dua. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan efek membaca buku bergambar Tionghoa dengan teknologi AR dan buku bergambar cetak tradisional pada pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang berbagai jenis buku bergambar dan desain.

Latar Belakang : Artikel ini membahas dampak membaca buku bergambar realitas tertambah (augmented reality/AR) terhadap pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa sekolah dasar. Studi ini menunjukkan bahwa buku bergambar AR secara signifikan meningkatkan kinerja siswa dalam ketiga aspek tersebut dibandingkan dengan buku bergambar cetak. Selain itu, artikel juga membahas manfaat dan kekurangan potensial dari penggunaan buku bergambar AR dalam pendidikan. Studi ini juga membandingkan efek membaca buku bergambar dengan teknologi AR dan buku bergambar cetak pada pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa kelas dua. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok eksperimen, yang membaca buku bergambar AR, memiliki kinerja lebih baik dalam pemahaman membaca dan pengulangan cerita dibandingkan dengan kelompok kontrol. Buku bergambar AR juga memiliki dampak positif pada motivasi membaca siswa. Selain itu, artikel ini juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang berbagai jenis buku bergambar dan desain untuk meningkatkan hasil membaca.

Metode Penelitian : Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan analisis statistik MANCOVA (Multivariate Analysis of Covariance) untuk menganalisis perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam pemahaman membaca, pengulangan cerita, dan motivasi membaca siswa. Hasil analisis MANCOVA menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang membaca buku bergambar AR memiliki kinerja yang lebih baik dalam pemahaman membaca dan pengulangan cerita dibandingkan dengan kelompok kontrol . Selain itu, analisis MANCOVA juga menunjukkan perbedaan signifikan dalam motivasi membaca antara kedua kelompok . Metode analisis statistik MANCOVA yang digunakan dalam penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang dampak membaca buku bergambar AR terhadap siswa sekolah dasar. Penelitian ini juga melibatkan intervensi pembelajaran yang terdiri dari tiga fase, yaitu pengenalan buku, sesi membaca kolaboratif, dan diskusi kelas. Selama sesi membaca, kelompok eksperimen berinteraksi dengan buku bergambar AR menggunakan iPad Air, sementara kelompok kontrol membaca buku bergambar cetak. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan tes pemahaman membaca dan tes pengulangan cerita yang dikembangkan berdasarkan kerangka kerja Paris dan Paris (2003) serta tes motivasi membaca yang diadaptasi dari Learning Motivation Scale (Yang, 2020) . Dalam keseluruhan, metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini mencakup desain eksperimen, penggunaan tes yang valid dan reliabel, serta analisis statistik MANCOVA yang memberikan pemahaman yang mendalam tentang dampak membaca buku bergambar AR terhadap siswa sekolah dasar. 

Hasil Penelitian : Studi ini mengeksplorasi dampak membaca buku bergambar augmented reality (AR) terhadap pemahaman membaca siswa sekolah dasar, menceritakan kembali cerita, dan motivasi membaca. Ditemukan bahwa buku bergambar AR secara signifikan meningkatkan kinerja siswa dalam ketiga aspek dibandingkan dengan buku bergambar cetak. Penelitian ini juga membandingkan efek membaca buku bergambar AR dan buku bergambar cetak terhadap pemahaman membaca, menceritakan kembali cerita, dan motivasi membaca siswa kelas dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang membaca buku bergambar AR mengungguli kelompok kontrol dalam pemahaman membaca dan menceritakan kembali cerita, dan buku bergambar AR memberikan dampak positif terhadap motivasi membaca siswa. Selain itu, penelitian ini membandingkan efek membaca buku bergambar berbahasa Mandarin dengan teknologi AR versus buku bergambar cetak tradisional terhadap pemahaman membaca, menceritakan kembali cerita, dan motivasi membaca siswa sekolah dasar. Ditemukan bahwa buku bergambar AR menghasilkan pemahaman membaca yang lebih baik, menceritakan kembali cerita, dan meningkatkan motivasi membaca dibandingkan dengan buku bergambar cetak. Studi tersebut menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi AR dengan buku bergambar tradisional Tiongkok dapat meningkatkan pengalaman membaca bagi siswa. Studi ini juga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut mengenai berbagai jenis buku bergambar dan desain pembelajaran untuk meningkatkan hasil membaca

Novelty : Kebaruan penelitian ini terletak pada eksplorasi dampak buku bergambar augmented reality (AR) terhadap pemahaman membaca siswa sekolah dasar, menceritakan kembali cerita, dan motivasi membaca. Studi ini berkontribusi untuk memahami manfaat potensial dari pengintegrasian teknologi AR dengan buku bergambar tradisional Tiongkok untuk meningkatkan pengalaman membaca bagi siswa. Selain itu, penelitian ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut mengenai berbagai jenis buku bergambar dan desain pembelajaran untuk meningkatkan hasil membaca. Studi ini memberikan wawasan tentang potensi teknologi AR dalam pendidikan dan menekankan pentingnya mengeksplorasi desain pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil membaca buku bergambar AR.

Sember Artikel : Disini

Esei Kecil : SCIENTIFIC REASONING ASSESSMENT

  SCIENTIFIC REASONING ASSESSMENT Konfografis Biru Ilustratif Gerhana Bulan Infografis Pendidikan oleh Jamiatul Ummah